Pada pagi itu, sebagai mana pagi-pagi yang lain, aku menyambut kedatangan seorang tamu tetapku, tamu itu “subuh” namanya.
“Assalamualaikum”, seru Subuh.
“Wa’alaikumsalam”, sahutku.
Dan kami terus berpelukan, tanda rindu serta kasih sayang. Kutanya khabar Subuh, bagaimana keadaannya mengembara dari satu tempat ke satu tempat yang lain ?.
“Tadi..”, kata Subuh dengan sayu, “… aku baru saja melintasi satu tempat. Kucari tempat persinggahan, kuketuk rumah-rumah yang sunyi, tapi tak satupun yang mau menerimaku sebagai tamu.” Dan airmata Subuh pun berlinangan.
“Subuh, tak usah kau pedulikan mereka, Read the rest of this entry »